Minggu, 25 September 2011

serba-serbi pengelupasan kulit

Banyak manfaat yang di dapat dari proses pengelupasan kulit atau yang juga di kenal dengan “ PEELING “.
Di samping itu mencerahkan dan menjadikan kulit wajah tampak lebih mulus, peeling juga baik untuk kesehatan kulit wajah juga membuatnya lebihya segar.
Berikut 5 manfaat pengelupasan kulit yang wajib  kamu ketahui :
1. Menghilangkan komedo .
Tidak hanya bembuat tekstur kulit semakin halus dan cerah, peeling juga dapat memperlancar peredaran darah dan membuka pori – pori yang tersumbat.
Khusus untuk area yang rentan terkena komedo seperti daerah hidung dan area bawah mata, berikan perhatian khusus dengan melakukan peeling lebih sering dengan butiran scrub lembut .
2. melembutkan bibir
kulit bibir butuh peeling, karena kulit pada bagian ini sama seperti pada kulit bagian tubuh lainnya .
gunakan Lip cuff atau sikat gigi bayi yang lembut untuk pengelupasan kulit bibir, agar bibir terpelihara kelembutan dan tekstur ke halusannya .
3. seputar daerah siku dan Lutut .
siku dan lutut adalah area yang sering kali terlupakan.
Padahal kulit di daerah tersebut sangat sensitive menjadi kasar dan kering .
Dengan lembut gunakan sapu tanggan yang lembab untuk merawat dan melembutkan kulit pada area tersebut.
Jangan lupa gunakan Body Lotion yang mengandung pelembab sesudahnya .
4. menghaluskan kulit kaki .
peeling juga dirasankan di lakukan pada area kulit kaki untuk menjaga kehalusannya .
kamu bisa menggunakan body scrub untuk perawatan pada bagian ini .
setelah melakukan peeling, Oleskan pelembab kaki .
lakukan secara teratur untuk hasil yang lebih maksimal .

majalah kartika.com

arti sebuah sahabat sejat


Apa yang kita alami demi teman kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang. Seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman. Suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan Dengan tujuan kebencian
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur Apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan Dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egois
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua Orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya
Beberapa hal yang sering menjadi penghancur  persahabatan antara lain:
 1.  Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
 2.  Ketidakterbukaan
 3.  Kehilangan kepercayaan
 4.  Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidak setiaan
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil  dipatahkan oleh
sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. DALAM MASA KEJAYAAN, TEMAN-TEMAN MENGENAL KITA. DALAM KESENGSARAAN, KITA MENGENAL TEMAN-TEMAN KITA
Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam  kesulitan.  Siapa 
Yang berada di samping anda? Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai? Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satu pun yang dapat anda berikan? Merekalah sahabat-sahabat anda. Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.
By : google.com

Sabtu, 24 September 2011

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM (SIA).


Menurut teorinya, informasi yang akan dipakai sebagai bahan pengambilan keputusan dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
1. Kekuasaan si pemberi informasi (atau si sumber informasi) atas si pengambil keputusan. Semakin berkuasa pihak yang memberi informasi, semakin mungkin informasi itu digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Ini kedengarannya lumrah banget. Informasi dari big boss sudah pasti diprioritaskan oleh semua bawahan yang berwenang mengambil keputusan. Kalau si pengambil keputusan itu sendiri adalah seorang big boss, mungkin dia akan mencari orang tertentu yang dianggapnya lebih berkuasa, walau orang ini berada di luar organisasi. Banyak big boss yang punya “dukun” untuk membantunya mengambil keputusan
2. Relevansi informasi terhadap tugas yang harus dilakukan seorang pengambil keputusan. Ini juga lumrah. Seorang pengambil keputusan akan mendahulukan informasi yang relevan untuk tugas-tugasnya terlebih dahulu, baru mempertimbangkan informasi yang relevan untuk tugas orang lain.
3. Kaitan antara informasi dengan sistem insentif dan dis-insentif. Secara bercanda, kita bisa mengatakan bahwa informasi yang menguntungkan kedudukan seseorang pasti lebih diprioritaskan, apalagi kalau informasi itu tidak menguntungkan bagi saingan di kantor .
4. Kontribusi informasi terhadap tindakan yang akan menimbulkan imbalan positif. Berkaitan dengan butir 3 di atas, setiap pengambil keputusan akan mendahulukan informasi yang menurutnya akan menghasilkan reaksi positif dari rekan-rekan sesama kantor, apalagi kalau hasilnya menimbulkan pujian kepada si pengambil keputusan.
5. Kontribusi informasi bagi keuntungan pribadi. Masih berkaitan dengan butir 3 dan 4, setiap orang di semua lapisan organisasi pasti memikirkan keuntungan pribadi, dan jika ada informasi yang nantinya akan menguntungkan secara pribadi, maka informasi itulah yang jadi prioritas untuk dijadikan landasan pengambilan keputusan.
6. Kaitan antara informasi dengan potensi konflik. Berkaitan dengan butir 4, semakin sedikit konflik yang ditimbulkan oleh sebuah informasi, semakin mungkin informasi itu digunakan dalam pengambilan keputusan. Pada dasarnya O’Reilly beranggapan bahwa anggota-anggota sebuah organisasi cenderung menghindari konflik.
7. Kemudahan penggunaan informasi, dilihat dari segi kepampatan (compact) dan kejelasan. Tentu saja, semakin mudah sebuah informasi dicerna, semakin mungkin informasi itu dipilih untuk mengambil keputusan.
8. Hubungan antara pemberi informasi dan pengguna informasi, khususnya jika informasi ini bersifat lisan. Dalam situasi yang sesungguhnya, menurut O’Reilly banyak sekali pengambilan keputusan yang dilakukan berdasarkan informasi lisan dari orang-orang yang dianggap “dekat”.
9. Keterpercayaan. Berkaitan dengan butir 8, seorang pengambil keputusan akan cenderung menggunakan informasi dari “sumber-sumber yang dapat dipercaya”. Seringkali, pertimbangan ini bersifat subjektif, walau juga dipengaruhi oleh pengalaman dan situasi hubungan inter-personal di dalam sebuah organisasi.

Pengertian Sistem informasi Akkuntansi (SIA).

  Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan rangkaian pengkordinasian sumber daya (data, materials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan bisnis suatu entitas, dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Karena SIA merupakan suatu sistem informasi yang cukup rumit, dan untuk mempermudah pengelolaan, SIA dibagi menjadi beberapa subsistem. Berikut Subsistem SIA tersebut :
1.The Revenue Circle
    mencakup penjualan dan pemasukkan dalam bentuk uang tunai.
2. The Expenditure Cycle
    kegiatan pembelian dan pembayaran dengan uang tunai.
3. The Human Resources/payroll cycle
    mencakup kegiatan mengontrak dan menggaji para pegawai
4. The production cycle
    proses merubah bahan mentah menjadi bahan jadi
5. The financing cycle
    mencakup kegiatan untuk mendapatkan data dari investor, serta pembayaran mereka lagi.
Tujuan dibuatnya sebuah SIA ? adalah untuk mempermudah operasi bisnis setiap hari, mengelola data hariaan, dan menjadikan data mentah tersebut menjadi sebuah laporan keuangan. Selain tujuan, ada pula komponen pada SIA.
Komponen pada SIA ? secara garis besar hampir sama dengan sistem informasi lainnya, yaitu: Operator, prosedur, data, hardware dan software.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM (SIA).
Menurut teorinya, informasi yang akan dipakai sebagai bahan pengambilan keputusan dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
  1. Kekuasaan si pemberi informasi (atau si sumber informasi) atas si pengambil keputusan.
  2. Relevansi informasi terhadap tugas yang harus dilakukan seorang pengambil keputusan.
  3. Kaitan antara informasi dengan sistem insentif dan dis-insentif.
  4. Kontribusi informasi terhadap tindakan yang akan menimbulkan imbalan positif.
  5. Kontribusi informasi bagi keuntungan pribadi.
  6. Kaitan antara informasi dengan potensi konflik.
  7. Kemudahan penggunaan informasi, dilihat dari segi kepampatan (compact) dan kejelasan.
  8. Hubungan antara pemberi informasi & pengguna informasi, khususnya jika informasi ini bersifat lisan.
  9. Keterpercayaan. Berkaitan dengan butir 8, seorang pengambil keputusan akan cenderung menggunakan informasi dari “sumber-sumber yang dapat dipercaya”.
Siklus Akuntansi adalah kegiatan bertahap yang harus di lalui dalam proses akuntansi yang  berjalan terus menerus dan berulang.
Siklus Akuntansi dapat dibagi menjadi beberapa tahapan :
  1. Analisis Transaksi
  2. Jurnal
  3. Posting jurnal ke buku besar
  4. Neraca Saldo
  5. Jurnal Penyesuaian
  6. Neraca Lajur
  7. Jurnal Penutup
  8. Penyusunan Laporan Keuangan
  9. Neraca Saldo Setelah Penutupan
  10. Jurnal Balik
Siklus akuntansi
Bila digambarkan dapat dilihat sebagai berikut.
Transaksi --> Pencatatan --> Penggolongan --> Pengikhtisaran --> Laporan Akuntansi --> Menganalisa dan Menginterprestasikan --> Pihak Pemakai ( Intern & Extern ).
1.Sumber - sumber Dokumen perusahaan.
2.Transaksi - transaksi perusahaan.
3.Transaksi dicatat kedalam jurnal.
4.Posting kedalam buku besar.
5.Neraca saldo.
6.Jurnal penyesuaian
7.Laporan keuangan.
8.Penutupan buku besar.
9.Neraca saldo penutupan.
10.Jurnal pembalikan.
11.Laporan akuntansi.
12.Pihak - pihak pemakai.
JURNAL DAN BUKU BESAR
Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar
1. Jurnal Umum
Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :
2. Jurnal khusus
Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)

Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
  • Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
  • Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre'dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang.
d Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit
PENGERTIAN
Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
 BENTUK BUKU BESAR
 Bentuk Akun Buku Besar T yang cukup lengkap berbentuk sebagai berikut:
             Nama Rekening                No. ………
Debet                    Kredit
Tgl. 
Keterangan  
Ref. 
Jumlah  
Tgl. 
Keterangan  
Ref. 
Jumlah  

























Bagian Referensi mengacu pada pencatatan dalam jurnal yaitu halaman jurnal pada saat transaksi dicatat.
Proses posting mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada jurnal yaitu bila dalam jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu maka dalam perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus didebet.


Kamis, 08 September 2011

what to say ..... ?????


hay baca tulisan gue yaah (n__n)
gue pingin tau deh sebenernya blog itu sama kan kaya social network yg lain.??? hhmm .. ya kaya facebook, twitter, plurk, YM, friendster, hah banyak lagi dh.
Fungsinya jg mungkin sama ya untuk br’komunikasi sm org lain, mndapatkan informasi, dan dapat di lihat banyak org. Tapi pernah denger ga ada org yg bilang klo misalnya kita terlalu fullgar membuka jati diri kita di salah satu social network pasti banyak org langsung nge’CAP (ALAY, NORA, KAMPUNGAN, ABABIL) uuuhhh .. ada aj yg pasti ngcap kaya gitu.
Tp gue heran kadang yg nama’a manusia itu ga sadar yaah apa yg udah dia ucap ternyata dia nglakuin sendiri.
Buat gue pribadi jati diri itu ga boleh terlalu di umbar2 ke siapa-siapa atau ke mana’pun. Menjadi org yg terbuka itu emng benar, biar kita bisa di mengerti sama org lain tapi …… terlalu terbuka membuka siapa diri lo ke semua itu benar2 salah.!
Jgn deh jd org yg bias ngomong ini itu cuma karna ga mau di samain atau ga mau di’CAP jelek juga.
misalnya/Dia bilang org itu KAMPUNGAN ,karna curhat di twitter, pacaran di facebook .. nora bgt liatnya.!! (mungkin itu argument org).
Tapi sendirinya dia ngbuka jati diri siapa dia, curhat galau, pacaran .. di BLOG.?????bukannya itu sama aja ya.???apa bedanya????!
Klo misal’a blog Cuma buat tulis cerpen, tulis artikel, tulis tugas ya mungkin itu normal, tp klo udh banyak macem2 apa itu hal biasa ya..?
Bisa di maklumin ga yaaaa klo ada org yg ga munafik .!
Buat nghargain karya org dan kreasi org lain itu lebih di baik…..tu bagus dari pd ng’CAP aneh2 ke org lain eeeeeeehhh … taunya tanpa SADAR dia sendiri yg nelakuin huuuufft … :D